ONE DAY TRIP JOGJA ( PART 1 ) : Landasan Pacu Pantai Depok yang “Instagram-able”

S__58654723.jpg

Minggu lalu teman perjalanan telah berhasil “menculik” saya ke Jogja. Pukul 10 pagi, tanpa rencana dan tujuan yang jelas, mobil melaju dari Solo menuju Jogja. Setelah muter-muter dan bingung mau pergi kemana, teman perjalanan membawa mobil menuju ke Jalan Parangtritis. Dan yap, akhirnya dia memutuskan untuk “menculik” saya ke Pantai Parangtritis!

Bukannya langsung menuju pantai, setelah membayar retribusi sebesar 20K di gerbang masuk kawasan pantai selatan, teman perjalanan justru membawa mobil ke arah lain. Saya beranikan bertanya kenapa mobil belok ke arah yang berbeda. Dan jawaban yang dia berikan cukup logis “jam segini masih terlalu panas untuk ke pantai, kita cari objek lain dulu” oke, manut mawon daripada nanti saya disuruh turun di tengah jalan.

Continue reading

Separuh Aku, Untukmu yang Ku Yakini Akan Menggenapkanku

Selamat pagi, separuh aku 🙂

Selama ini aku masih heran, bagaimana bisa sapaan “separuh aku dan cinta” ala Kang Emil dan istrinya bisa melekat pada hubungan kita. Oh, mungkin karena kita berharap bisa seperti mereka. Tetap romantis, tanpa banyak drama. Meski begitu, cerita hubungan kita dan mereka tetaplah berbeda.

Separuh aku,

Belakangan ini sepertinya kita sedang diuji. Tak sekali dua kali kita bersitegang karena emosi. Aku, kamu, sama-sama pernah terlebih dahulu memulai. Maaf, aku yg seharusnya menjaga hatimu justru akhir-akhir ini malah sering menyakiti. Sungguh, aku hanya ingin membersamai dan membahagiakanmu sepenuh hati.

Continue reading

KEDAI GONGSO 52 : Kuliner Gegongso-an di Solo

IMG_2748

Bingung memilih makanan ketika sedang bepergian memang seringkali terjadi. Ditambah lagi dengan adanya tempat kuliner baru yang semakin menjamur disana-sini. Namun, hal itu menjadi sedikit teratasi dengan adanya perkembangan teknologi dan media sosial saat ini. Oke, ndabrusnya cukup sampe sini. Hahahaha.

Sekitar seminggu yang lalu ketika “bingung mau makan apa” melanda, saya dan teman perjalanan mencoba memanfaatkan instagram untuk cari menu makan siang. Iseng-iseng kami mencari dengan hashtag #kulinersolo. Saking banyaknya rekomendasi tempat makan di instagram, akhirnya kami memilih secara random,  Kedai Gongso 52. Alesannya, karena kedai itu yang paling dekat dengan Solo Paragon tempat kami berada saat itu dan dari gambar maupun kepsyen para instagrammer, Kedai Gongso 52 sepertinya bukan pilihan yang buruk.

Continue reading

ES DURIAN MEDAN ( PONDOK DURIAN ) : Nikmatnya Semangkok Sop Durian Medan

IMG_2698

Buat kalian yang doyan makan buah durian, sekarang telah dibuka Es Durian Medan ( Pondok Durian ) di kota kelahiran saya tercinta, Boyolali. Tepatnya berada di Jl. Kates Kios Sidomulyo No. 29 Pulisen, Boyolali.  Di tempat ini para pecinta durian bisa mencoba berbagai varian olahan durian asli Medan.

Beberapa hari yang lalu saya dan teman perjalanan mendatangi tempat ini untuk mencoba sensasi makan durian dengan cara yang berbeda. Sesampainya di tempat parkir, aroma khas durian yang wangi dan menusuk hidung mulai tercium. Beberapa buah durian Medan terlihat digantung didepan Pondok Durian ( mungkin ) dimaksudkan untuk menarik pengunjung dengan aromanya. Masuk ke dalam Pondok Durian, kami disambut oleh beberapa pelayan dengan salah satu diantaranya memberikan daftar menu yang bervariasi.

Continue reading

PULAU TIDUNG ( Part 4) : Menyusuri Jembatan Cinta dan Agrowisata Tidung Kecil

jembatan-cinta

Jam 5 pagi selepas subuh Mas Amin mengantar kami menuju Jembatan Cinta ditemani semilir angin laut dan awan yang menggelayut. Di hari kedua di Pulau Tidung rencananya kami akan melihat sunrise dari Jembatan Cinta. Namun sayangnya kali ini semesta tidak mengijinkannya. Matahari tertutup mendung 😦

Untuk mengurangi rasa kecewa karena tidak bisa melihat sunrise, kami memutuskan untuk jalan pagi menyusuri Jembatan Cinta menuju Pulau Tidung Kecil. Jembatan Cinta adalah penghubung Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dibuat sepanjang 800 meter. Ujung dari jembatan ini berbentuk lengkungan setinggi kurang lebih 8 – 10 meter yang sengaja dibangun oleh pemerintah setempat dimaksudkan agar kapal kecil bisa lewat melalui kolong jembatan.

Continue reading

PULAU TIDUNG ( Part 3 ) : Mengenal Sejarah Tidung di Malam Keakraban

img_1204

Malam BBQ ini saya sebut dengan malam keakraban. Cieeee…. Karena selain diisi acara BBQ dengan view laut sepanjang mata memandang, kami berlima dan Mas Alim saling bercerita mengenai kehidupan masing-masing. Tak kenal maka tak sayang kan, gan. Hehe :p Dan sesuai janji, malam ini Mas Alim  mengenalkan kepada kami berlima sejarah Pulau Tidung.

Jam 10 malam, Mas Alim sudah stand by didepan homestay kami dengan membawa ikan segar (lupa namanya ikan apaan) dan cumi-cumi hasil tangkapan. Ketika kami datang, Mas Alim sudah mulai membakar ikan dan cumi-cumi diatas bara api. Tak perlu repot pake kipas angin apalagi kipas tradisional buat ngipasin bakaran ini. Cukup ditunggu sambil dibolak-balik biar nggak gosong karna proses pengipasan sudah dibantu angin laut. Hehehehe.

Continue reading

PULAU TIDUNG ( Part 2 ) : Serunya Snorkeling, Bermain Banana Boat Hingga Bersepeda Mengejar Sunset

20161210_134112

Aktivitas pertama yang kami lakukan setibanya di Pulau Tidung adalah tidur snorkeling. Selepas melaksanakan sholat dzuhur, Mas Alim menjemput kami di homestay. Berenam kami mengendarai sepeda dari homestay menuju tempat persiapan snorkeling. Berbeda dengan Gili Trawangan yang melarang kendaraan bermotor sebagai alat transportasi, di Tidung para penduduk dan wisatawan justru diperbolehkan menyewa sepeda motor atau menggunakan jasa sejenis becak motor jika tidak mau capek mengayuh sepeda.

Sekitar 10  menit bersepeda, akhinya sampai juga di tempat tujuan. Sebelum kami menyeberang ke spot snorkeling, Mas Alim memberikan briefing tentang cara penggunaan alat snorkeling yang benar agar semua aman terkendali lanjut berdoa bersama.

Continue reading